Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Administrasi Publik Berdasarkan Perspektif Perbandingan

Perbandingan Administrasi Publik

Administrasi Publik merupakan ilmu yang relatif baru jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain. Sejak kelahirannya sampai dengan sekarang, administrasi publik sebagai ilmu banyak didukung oleh teori dan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu lain, sehingga administrasi publik berkembang menjadi ilmu yang bersifat multi disiplin, dinamis, dan fleksibel. Selain itu, dengan berkembangnya ilmu administrasi publik, muncul pula beberapa cabang dari ilmu administrasi publik itu sendiri, yang salah satunya adalah Perbandingan Administrasi Publik.
Perbandingan Administrasi Publik merupakan salah satu perspektif atau kajian tersendiri dalam Ilmu Administrasi Publik yang menjadi salah satu acuan dalam mengimplementasikan penelitian dalam lingkup Administrasi Publik dengan basis  perbandingan.
Istilah “Perbandingan” yang terkandung dalam Perbandingan Administrasi Publik, memiliki pengertian proses untuk mengkaji atau memahami persamaan dan atau perbedaan antara lembaga-lembaga (institusi), gejala-gejala, fenomena-fenomena, proses- proses yang berkaitan dengan disiplin ilmu Administrasi Publik untuk kemudian dilakukan Benchmarking/Studi tolak ukur.
Sedangkan mengenai pengertian Administrasi Publik telah banyak dibahas oleh para Ahli. Pada prinsipnya ini adalah sebuah aplikasi/implementasi dari salah satu dimensi "administrasi" yang menekankan pembahasan pada bidang kenegaraan, dalam arti atau cakupan pemahaman secara makro maupun mikro.
Menurut para ahli, Perbandingan Administrasi Publik memiliki beberapa pengertian, seperti berikut ini:
1. Menurut Jreisat (2002: 1), “Comparative Public Administration is the comparative study of institutions, process, and behaviors in many context. Context (or environment in comparative analysis generally refers to all external influences that affect management, such as societal values, norms, religion, political culture, and economy”. Artinya: Perbandingan Administrasi Publik adalah kajian perbandingan institusi-institusi, proses-proses, dan perilaku dalam banyak konteks. Konteks (atau lingkungan dalam analisis perbandingan mengacu pada seluruh pengaruh-pengaruh eksternal yang mempengaruhi manajemen, seperti nilai-nilai kemasyarakatan, norma-norma, agama, budaya politik, dan perekonomian.
2. Menurut Ontenyo and Lind (2006: XXI). “Comparative public administration is a branch of public administration to examine government in different socioeconomic and cultural settings. The study covers a wide variety of activities, including public policy making and implementation in both the developed and developing areas”. Artinya: Perbandingan Administrasi Publik adalah sebuah cabang dari Administrasi Publik untuk mengamati Pemerintahan dalam berbagai tatanan budaya, sosial, ekonomi yang berbeda-beda. Kajian ini mencakup keragaman yang luas dalam hal aktivitas, termasuk pembuatan kebijakan Publik dan implementasinya baik di area maju maupun berkembang.
3. Sedangkan Menurut   Riggs    via    Heady    (1962: 4)“comparative study of administration is the theory of public administration as applied in differse cultures and national settings”. Artinya: Kajian Perbandingan Administrasi adalah sebuah teori Administrasi Publik sebagaimana Ilmu tersebut diaplikasikan pada berbagai tatanan budaya dan nasional yang beragam.
Berdasarkan sejarah, Perbandingan Administrasi Publik lahir pada era pasca Perang Dunia II, tepatnya pada tahun 1947 melalui pernyataan Robert E. Dahl. Kemudian secara lebih jauh, Perbandingan Administrasi Publik mulai diakui sebagai sebuah disiplin ilmu tersendiri, dengan diadakannya konferensi Princeton pada tahun 1952.
Pada awal kelahirannya, administrasi publik belum bisa sepenuhnya diakui sebagai ilmu yang universal, dan dianggap masih memiliki banyak kekurangan dan kegagalan diantaranya dalam hal:
1. Aplikasi Teori dan metodologi. Pada saat itu ilmu administrasi publik sangat bersifat Amerika-sentris dan sulit untuk diaplikasikan dalam konteks tertentu,   misalkan di negara-negara dunia ke 3 yang merupakan bekas jajahan/objek kolonialisme.
2. Munculnya bantuan dari negara-negara besar untuk negara dunia ke 3, seperti Marshall Plan, Ford Grant, dll. Yang di kemudian hari  disinyalir sebagai bantuan "dengan maksud tersembunyi".
3. Perkembangan ketersediaan data mengenai profil negara-negara dengan segala aspek dan kajiannya terutama oleh informasi digital (internet) dan munculnya lembaga-lembaga internasional seperti World Bank, UNDP, dll. Pada perkembangannya di kemudian hari, Perbandingan Administrasi sangat terkait dengan lembaga-lembaga semacam ini, karena keterlibatannya dalam bentuk bimbingan teknis atau paling tidak penyediaan data seperti dijelaskan di atas.
Dalam kondisi ini para ahli seperti Robert Dahl, Paul H. Appleby, Dwight Waldo, Fred W.Riggs, dan para ahli lainnya berpendapat bahwa Administrasi Publik akan menjadi sebuah disiplin ilmu yang utuh jika berbasis pada proses perbandingan. Dengan demikian, pada masa ini Perbandingan Administrasi Publik dipahami sebagai Administrasi Publik itu sendiri yaitu sebagai sebuah disiplin ilmu.
Berikut pendapat para Ahli dalam mengajukan Perbandingan Administrasi sebagai pondasi pendekatan atau perspektif dalam Administrasi Publik: 
1. ‘‘All Political Science and any scientific understanding of Public Administration needs to be comparative. All systems of government require comparative analysis if we are to understand cause/effect relationships and achieve predictability. (Riggs, 2002). Artinya: Keseluruhan ilmu Politik dan pemahaman ilmiah manapun dalam lingkup Administrasi Publik harus bersifat perbandingan. Seluruh sistem  pemerintahan membutuhkan analisis perbandingan jika kita ingin memahami hubungan-hubungan antara penyebab dan dampak dan mencapai prediktabilitas.
2. “comparing and contrasting the administrative set-up in different contexts would help to devote commonality of public administration”. (Paul H. Appleby). Artinya: Membandingkan dan melihat mengkontraskan tatanan administratif dalam berbagai konteks akan membantu untuk membentuk “keumuman” dalam Administrasi Publik.
3. "The comparative public administration specialist is first and foremost a scholar who is in pursuit of greater knowledge and understanding....in order to establish science of public administration, it has necessarily to be comparative” (Robert A. Dahl via Rathod 2007: 8). Artinya: Spesialis Perbandingan Administrasi Publik adalah akademisi pertama dan paling penting yang melakukan pencarian keilmuan dan pemahaman yang lebih hebat. dalam tujuannya untuk mendirikan Ilmu Administrasi Publik, maka ilmu itu haruslah bersifat perbandingan.
Pada    prinsipnya,    tujuan    akhir    dari pendekatan Perbandingan Administrasi Publik adalah untuk memperpendek kesenjangan antara objek yang dibandingkan. Contohnya negara maju vs negara berkembang, sentralisasi vs desentralisasi, dll. Caranya adalah dengan mengenali dan menganalisis faktor yang menyebabkan objek tertinggal atau secara kualitas lebih rendah daripada yang lain begitupun sebaliknya. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana hal tersebut agar menjadi meningkat setelah dibandingkan.
Peningkatan tersebut tentu saja identik dengan peningkatan kualitas, dalam hal ini peningkatan hal-hal yang berkaitan dengan Administrasi Publik, misalkan proses pelayanan publik yang tadinya sarat dengan patologi birokrasi atau secara spesifik Red-Tape, meningkat menjadi pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Referensi:
Heady, Ferrel. 1962. “Comparative Public Administration: Concerns and Priorities”. USA: The University of Michigan, Institute of Public administration.
Heady, Ferrel. 2006. “Comparisson in The Study of Public Administration”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative PublicAdministration: The Essential Readings”.
Netherlands: JAI Press.
Jreisat, J. 2002. “Comparative Public Administration and Policy”. Cambridge: Westview Press.
Otenyo, E.E. & Lind, N.S. 2006. “Comparative Public Administration: Growth, Method, and Ecology”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative Public Administration: The Essential Readings”. Netherlands: JAI Press.
Rathod, P. B. 2007. “Comparative Public Administration”. Jaipur, India: ABD Publishers.
Waldo, Dwight. 2006. “Comparative Public Administration: Prologue, Performance, Problems, and Promise”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative Public Administration: The Essential Readings”. Netherlands: JAI Press. 

Post a Comment for "Memahami Administrasi Publik Berdasarkan Perspektif Perbandingan"