Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangan Ilmu Administrasi Publik Di Indonesia

Administrasi Publik

Pendahuluan
Administrasi sebagai sebuah disiplin ilmu telah berkembang lama seiring dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Perkembangan tersebut dimulai dari ilmu filsafat yang objeknya tidak terbatas sampai dengan disiplin ilmu alam dan sosial yang sudah memiliki kekhususan tertentu.
Administrasi publik yang dikenal sekarang awalnya adalah administrasi ortodoks yang sudah lebih dikenal pada masa peradaban Mesopotamia, Babilonia, Mesir Kuno, Cina, Yunani dan Romawi. Pada masa itu, administrasi merupakan seni yang mengatur tata kehidupan masyarakat dan pemerintah dalam kehidupan sehari-hari. 
perkembangan administrasi sebagai sebuah ilmu dimulai pada awal tahun masehi. Perkembangan tersebut terjadi dalam praktek administrasi, manajemen, dan organisasi yang pada saat itu sudah mulai diperkenalkan oleh pihak gereja Roma Katolik. Tokoh yang sangat berperan terhadap perkembangan administrasi adalah Niccolo Machiavelli. Machiavelli adalah orang yang berkontribusi secara individual terhadap administrasi dan manajemen. 
Perkembangan administrasi di eropa mengaitkan perekonomian dengan administrasi. Ekonomi sebuah Negara akan kuat apabila administrasinya dijalankan dengan baik. Pemikiran ini dipelopori oleh tiga kelompok ahli ekonomi di Eropa, yaitu kaum Kameralis di Jerman, Prusia dan Austria, kelompok Merkantilis di Inggris dan kelompok Fisiokratik  
Administrasi publik selama ini selalu diasumsikan sebagai upaya melukis suatu benda bukan menaruh perhatian terhadap bagaimana realita benda tersebut. Sehingga karenanya administrasi publik dianggap kurang memberikan kontribusi terhadap setiap reformasi dibidang pemerintahan. 
Di Indonesia, Ilmu Administrasi publik merupakan kumpulan sketsa yang dipergunakan untuk membenarkan kebijakan penguasa, dan yang jauh dari harapan rakyat. Kumpulan sketsa itu tidak berkehendak untuk dilaksanakan dalam realita. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam masa pemerintahan yang lalu karena didukung oleh sistem administrasi yang berbentuk sketsa tersebut. 
Administrasi sengaja dibuat tidak baik dan kacau, agar penyimpangan itu bisa berjalan dan tidak bisa diketahui dan dikontrol oleh rakyat.  
Administrasi ditelaah secara ilmiah baru mulai dilakukan pada akhir abad 19 atau awal abad 20, yang dipelopori oleh F.W. Taylor dan Henry Fayol dengan memunculkan satu teori dan pendekatan bagi perkembangan studi administrasi yang disebut administrative management theory atau yang disebut juga teori administrasi umum. dan administrasi yang mengejar tercapainya tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan. 
Ilmu administrasi publik berkembang seiring dengan bergesernya paradigma masyarakat dalam memahami permasalahan publik. Perkembangan yang terjadi dalam studi administrasi publik dipengaruhi oleh dinamika kehidupan masyarakat diberbagai bidang. 
Menurut Robert Behn, perkembangan sebuah ilmu tergantung pada kemampuan ilmu itu sendiri dalam menjawab pertanyaan dan permasalahan yang ada. Dalam ilmu administasi publik, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan publik adalah dengan cara memunculkan pertanyaan mendasar tentang obyek ilmunya. Contohnya, pertanyaan tentang visi, ruang lingkup, dan peranan administrasi publik dalam sebuah Negara. Selain itu, pertanyaan yang tidak kalah pentingnya tentang permasalahan administrasi publik juga dipengaruhi oleh perkembangan sebuah ideologi.
Pada saat sekarang, perkembangan administrasi sudah mendekati ukuran keberhasilan. Hal ini bisa dilihat dari perspektif administrasi terhadap kepentingan masyarakat baik secara individu maupun kelompok, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat.
Akan tetapi, perkembangan yang terjadi tentunya perlu penyempurnaan lagi sehingga kemudian muncul konsep reinventing government dalam ilmu administrasi publik. Reinventing government adalah salah satu upaya yang dilakukan terkait dengan peninjauan visi dan misi pemerintah, adanya peranan administrasi sebagai fasilitator, pemberdayaan masyarakat, desentralisasi pemerintahan, pelayanan publik, orientasi pada kebutuhan masyarakat, partisipasi swasta dalam pelayanan masyarakat, adanya upaya preventif dan penilaian kinerja terhadap birokrasi (Osborne dan Gaebler, 1993).

Perkembangan Ilmu Administrasi Publik di Indonesia
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada awal abad ke 20 sangat berdampak pada semua bidang kehidupan. Hal ini juga berdampak pada Indonesia. Globalisasi yang terjadi di dunia juga berdampak pada ilmu administrasi publik di Indonesia. Seperti diketahui bahwa penyempurnaan ilmu administrasi publik di Indonesia sangat komprehensif dan belum bisa diimplementasikan dalam masyarakat.
Hal ini terjadi karena konsep yang diterapkan di Indonesia sudah tidak berlaku lagi secara umum di dunia administrasi publik. Contohnya, pemahaman tentang budaya organisasi dan manajemen pemerintahan yang pendekatannya dilakukan dengan menggunakan konsep top-down. 
Pendekatan top-down bisa dilakukan apabila tujuan organisasi jelas, sumber daya organisasi tersedia, adanya petunjuk pelaksanaan yang lengkap dan jelas, kemudian adanya kepemimpinan yang rasional, maka tujuan pendekatan top-down akan mudah tercapai. Akan tetapi hal sebaliknya akan terjadi apabila semua komponen diatas tidak tersedia, maka organisasi tidak akan bisa berjalan maksimal.
Perkembangan ilmu administrasi publik di Indonesia dapat pula di ikuti seberapa jauh pemerintah mempunyai perhatian yang serius untuk melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap kebijakan yang dibuat. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengamati reformasi administrasi pemerintahan yang pernah dilakukan oleh pemerintahan dahulu dan kaitannya dengan pemerintahan yang sekarang.
Perubahan ruang lingkup dan peranan administrasi publik mempengaruhi kebutuhan  sumber daya manusia (SDM), Yaitu terjadi pergeseran kebutuhan kearah SDM yang berbasis pengetahuan (knowledge-based). Perkembangan ilmu administrasi publik tidak terlepas dari pekembangan administrasi publik sebagai profesi. Menurut ruang lingkup administrasi publik maka dapat diketahui betapa banyaknya potensi perkembangan profesi administrasi publik dimasa yang akan datang. Mulai dari tingkat makro atau ditingkat pembuat kebijaksanaan publik terdapat banyak profesi administrasi publik, misalnya, analis kebijaksanaan, dan ahli perencanaan dan pengembangan.

Post a Comment for "Perkembangan Ilmu Administrasi Publik Di Indonesia"