Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Urgensi dan Elemen Analisis Kebijakan Publik

Kebijakan Publik

Pentingnya analisis terhadap kebijakan publik bagi para pembuat kebijakan akan membantu dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan dari dibuatnya sebuah kebijakan. Sumbangan yang besar bagi kebijakan publik adalah bisa memberikan masukan terhadap proses perumusan sampai dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. 

Ada lima kriteria tentang pentingnya analisis terhadap kebijakan publik menurut Badjuri dan Yuwono (2002: 66), sebagai berikut:
1.Dengan adanya analisis maka akan ada dasar yang lebih scientifik, rasional, dan objektif bagi pembuat kebijakan. Maknanya adalah adanya pertimbangan yang ilmiah dalam proses kebijakan publik.
2.Analisis terhadap kebijakan akan berlangsung baik serta komprehensif apabila kebijakan yang dibuat dengan tujuan memecahkan permasalahan umum masyarakat yaitu kesejahteraan masyarakat.
3.Pentingnya analisis karena persoalan multidimensional, adanya saling keterkaitan, dan adanya hubungan antara satu dengan lainnya.
4.Memungkinkan tersediannya panduan bagi pelaksanaan evalusi kebijakan.
5.Memberikan peluang bagi meningkatnya partisipasi publik.

Pelaksanaan analisis terhadap kebijakan yang dibuat oleh para pembuat kebijakan bertujuan untuk menghindari pembuatan kebijakan dengan menggunakan pemahaman yang sempit atau menggunakan pertimbangan kekuasaan. Membuat sebuah kebijakan tidak akan pernah bisa lepas dari aspek politik atau kekuasaan, sehingga pertimbangan yang rasional dan objektif sangat sulit diperoleh. Kunci sukses pelaksanaan analisis terhadap kebijakan adalah dilakukannya indentifikasi masalah terlebih dahulu baru kemudian ditentukan tujuan kebijakan. 

Analisis kebijakan biasanya mengandung berbagai prosedur sebagai berikut (Dunn, 2000: 21), yaitu:
1.Perumusan masalah, akan menghasilkan informasi mengenai kondisi yang menimbulkan masalah kebijakan.
2.Peramalan, menyajikan informasi mengenai konsekuensi dari penerapan alternatif kebijakan.
3.Rekomendasi, memberikan informasi mengenai kegunaan relatif dari suatu pemecahan masalah.
4.Pemantauan, menghasilkan informasi dari diterapkannya alternatif kebijakan.
5.Evaluasi, menyediakan informasi mengenai nilai atau kegunaan dari konsekuensi pemecahan atau pengatasan masalah.

Menurut Dunn, analisis kebijakan menggunakan metode yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang berguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini, yaitu: apa hakikat permasalahan? Kebijakan apa yang dibuat untuk memecahkan permasalahan dan apa hasilnya? Apakah hasil tersebut bermakna dalam memecahkan permasalahan? Alternatif apa yang digunakan untuk memecahkan permasalahan? Jawaban terhadap semua pertanyaan tersebut akan memberikan informasi tentang masalah kebijakan, masa depan kebijakan, aksi kebijakan, hasil kebijakan dan kinerja kebijakan.

Elemen Analisis Kebijakan Publik
Ada lima elemen analisis kebijakan yang penting dan harus dipertimbangkan dalam memecahkan permasalahan publik, yaitu:
1.Tujuan, adalah apa yang diusahakan oleh pembuat kebijakan dalam mencapai tujuan kebijakan. Sangat sulit bagi analis untuk mengetahui tujuan akhir dari sebuah kebijakan karena biasanya kebijakan yang dibuat memiliki tujuan yang tidak jelas.
2.Alternatif, adalah pilihan atau cara yang digunakan oleh pembuat kebijakan untuk mencapai tujuan kebijakan. Alternatif bisa berupa strategi atau tindakan.
3.Dampak, adalah perancangan terhadap penyelesaian tujuan. Dampak berhubungan dengan alternatif. Dampak bisa bersifat positif apabila hasil yang dicapai oleh kebijakan diterima dengan baik, tetapi dampak juga bisa bersifat negatif apabila tujuan yang ingin dicapai tidak terpenuhi.
4.Kriteria, adalah sebuah standar yang digunakan untuk mengurutkan alternatif berdasarkan keinginan kebijakan. Kriteria merupakan cara bagaimana menghubungkan tujuan kebijakan dengan pelaksanaan.
5.Model, merupakan serangkaian gambaran yang sederhana yang digunakan untuk mengetahui hasil terhadap suatu kebijakan.

Urutan proses kebijakan dapat dikemukakan sebagai berikut (Quade, 1988: 48), yaitu:
1.Formulation: clarifying and constraining the problem and determining the obyectives.
2.Search: identifying, designing and screening the alternatives 
3.Forecasting: predicting the future environment or operational context
4.Modeling: building and using models to determine the impact
5.Evaluating: comparing and ranking the alternative

Post a Comment for "Urgensi dan Elemen Analisis Kebijakan Publik"