Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Administrasi Publik dan Manajemen Publik

 
 
Perkembangan ilmu administrasi publik pada saat ini menunjukkan bahwa telah memiliki lokus dan fokus yang lebih jelas dari pada sebelumnya. Sehingga menjadi lebih mudah dalam mengembangkan sesuai dengan kajian ilmunya. Tetapi, muncul kegelisahan bagi administrasi publik yang mengakibatkan perlu adanya perubahan dalam mendefenisikan ilmu administrasi publik. Hal ini disebabkan munculnya Buku yang berjudul Public Management and Administration. Buku ini adalah hasil pemikiran terhadap rekonstruksi dalam kajian administrasi publik terutama konteks defenisi administrasi publik.
Adanya keinginan untuk mengganti pengertian administrasi publik menjadi manajemen publik adalah hasil dari perkembangan paradigma Ilmu Administrasi Publik yang muncul pada era 1990-an yang kemudian mencoba mengganti mekanisme pengelolaan birokrasi yang dikenal lambat, tidak efesien, dan tidak efektif, yang kemudian mengadopsi prinsip-prinsip yang telah diterapkan oleh lembaga swasta/bisnis.
Atas dasar hal tersebut, maka beberapa ilmuan administrasi publik kemudian mengajukan gagasan yang berhubungan dengan manajemen publik, seperti: post-bureaucratic paradigm (Barzelay, 1992), market-based public administration (Lan, Zhioying & Rosenbloom, 1992), new public management (Hood, 1991), dan managerialism (Pollit, 1993)
Hasil pemikiran tersebut kemudian digunakan secara luas di berbagai negara, seperti contohnya Amerika yang mengadopsi pemikiran tersebut dan berhasil dengan baik. Selain Amerika, beberapa negara Eropa juga menggunakan dan mengembangkan paradigma public managerialism dalam kajian administrasi publik. Untuk menghadapai masalah anggaran untuk pelayanan publik yang terbatas  PM Inggris pada saat itu menerapkan kebijakan palayanan publik yang lebih efesien yang merujuk kepada manajemen publik. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmuan administrasi publik menarik kesimpulan bahwa arti yang sempit terhadap administrasi publik harus diubah sehingga memiliki kajian lebih luas.
Akan tetapi, akan ada konsekuensi bila terjadi perubahan istilah dari administrasi publik ke manajemen publik yaitu terjadinya implikasi perubahan teoritis yang harus dikembangkan lagi untuk mendukung perubahan tersebut. Selain itu, juga berpengaruh terhadap cara administrasi publik mengembangkan ilmunya.
Kalau kita kembali ke belakang, maka perubahan istilah administrasi menjadi manajemen bukanlah sesuatu yang asing karena pernah juga dikemukakan oleh Wilson (1887) tentang ilmu administrasi. Namun perbedaannya adalah manajemen publik akan tetap berbeda dengan kajian administrasi publik pada masa-masa yang akan datang.
Sekian dan terima kasih.

Post a Comment for "Administrasi Publik dan Manajemen Publik"