Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

ADMINISTRASI PUBLIK SEBUAH PENGANTAR (1)

 

Administrasi Publik

Administrasi Publik merupakan suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari elemen penting kehidupan bernegara yaitu lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, manajemen publik, organisasi publik, dan pelayanan publik.

Secara sederhana, dapat dikatakan juga bahwa administrasi publik adalah ilmu yang juga mempelajari dan mengkaji tentang birokrasi, kebijakan publik, administrasi pembangunan, pemerintahan daerah, good governance, dan semua perkembangan yang terjadi sekarang dalam konteks publik atau yang biasa dikenal dengan nilai publik.

Lokus dari pada administrasi publik adalah kepentingan publik (public interest) dan urusan publik (public affair). Sedangkan fokus dari administrasi publik adalah teori organisasi dan ilmu manajemen.
 
Baca juga: Organisasi dan Manajemen

Administrasi Publik awalnya adalah ilmu administrasi Negara yang lahir pada tahun 1887. Kelahirannya diawali oleh sebuah tulisan yang berjudul ”The Study of Administrasi”  yang dimuat di jurnal Political Science Quarterly. Artikel  ini ditulis oleh Woodrow Wilson, yang kemudian menjadi Presiden Amerika pada tahun 1913-1921. Artikel tersebut muncul akibat kegelisahan yang dialami oleh Woodrow Wilson tentang sistem tata pemerintahan yang pada saat itu terjadi di Amerika, yaitu meluasnya praktek spoil system yang menjurus pada terjadinya inefesiensi dan inefektifitas dalam pengelolaan negara.
 
Pada waktu yang bersamaan, studi ilmu politik yang sudah lebih dahulu berkembang ternyata tidak mampu memecahkan permasalahan tersebut. Padahal harapan satu-satunya pada waktu itu adalah adanya pemecahan yang bisa dilakukan oleh studi ilmu politik terhadap permasalahan sistem tata pemerintahan yang kacau. Penyebab tidak mampunya studi ilmu politik dalam memecahkan masalah tersebut dikarenakan fokus kajian yang berbeda dengan fokus ilmu administrasi negara.

Oleh sebab itu, untuk dapat mengimplementasikan dengan baik maka dibutuhkan suatu ilmu yang kemudian disebut Wilson sebagai Ilmu Administrasi. Ilmu administrasi menekankan pada dua hal, yaitu perlunya efisiensi dalam mengelola pemerintahan dan perlunya menerapkan merit system dengan memisahkan urusan politik dari urusan pelayanan publik. Selain itu, untuk lebih efesien jalannya pemerintahan, maka Wilson menganjurkan agar pemerintahan mengadopsi prinsip-prinsip yang telah diterapkan oleh organisasi bisnis.
 
Baca juga: Perspektif Administrasi Publik

Penjelasan ilmiah terhadap gagasan Wilson tersebut kemudian dilanjutkan oleh Frank J. Goodnow dengan buku yang berjudul: “Politics and Administration” pada tahun 1900. Buku Goodnow ini menjadi rujukan oleh para ilmuwan administrasi negara sebagai "proklamasi‟ secara resmi terhadap lahirnya Ilmu Administrasi Negara yang memisahkan diri dari induknya, yaitu Ilmu Politik. Periode ini juga sering disebut sebagai periode paradigma dikotomi politik-administrasi. Berdasarkan paradigma tersebut, maka Ilmu Administrasi Negara berusaha untuk mendefinisikan eksistensinya yang berbeda dengan Ilmu Politik dengan ontologi, epistimologi dan aksiologi yang berbeda.

Selang beberapa tahun kemudian, sebuah buku yang menjelaskan apa sebenarnya Ilmu Administrasi Negara lahir dengan judul ”Introduction to the Study of Public Administration” pada 1926. Buku tersebut mencoba merumuskan konsep Ilmu Administrasi yang sangat dipengaruhi oleh berbagai karya ilmuwan sebelumnya yang mencoba menyampaikan gagasan tentang bagaimana suatu organisasi seharusnya dikelola secara efektif dan efisien, seperti Frederick Taylor (1912) dengan bukunya yang berjudul “Scientific Management”, Henry Fayol (1916) dengan pemikirannya yang dituangkan dalam monograf yang berjudul “General and Industrial Management”, W.F. Willoughby (1918) dengan bukunya “The Movement for Budgetary Reform in the State”, dan Max Weber (1946) dengan tulisannya yang berjudul “Bureaucracy”.

Bersambung ke bagian 2

Post a Comment for "ADMINISTRASI PUBLIK SEBUAH PENGANTAR (1)"