Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERAN ADMINISTRASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI


Peran Administrasi Publik
LATAR BELAKANG
Administrasi merupakan salah satu sarana untuk melayani kebutuhan manusia. Administrasi yang baik adalah administrasi yang berdasarkan asas-asas yang berlaku secara umum, sehingga dapat diterima semua pihak baik dari dalam organisasi itu sendiri maupun dari luar organisasi  tersebut. Dengan administrasi, manusia dapat lebih mudah mencapai tujuan hidup yang lebih baik, karena administrasi adalah ilmu yang mempelajari proses kegiatan manusia yang dilakukan secara bekerja sama.
Administrasi adalah proses menyeluruh yang melibatkan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita organisasi. Dalam ungkapan lain, administrasi merupakan proses integrasi seluruh kekuatan untuk mewujudkan tujuan organisasi. Oleh sebab itu, penguatan kualitas administrasi dalam organisasi sangat dibutuhkan mengingat tantangan global yang semakin kompleks.
Menurut The Liang Gie, administrasi publik dalam tatanan kehidupan manusia tidak bisa lepas dari adanya organisasi, bahkan dewasa ini organisasi dapat dikatakan sebagai suatu fenomena sosial yang paling menonjol yang bersifat semesta, yang dirasakan sebagai suatu kebutuhan mutlak bagi manusia modern.  Setiap individu akan selalu berhubungan dengan bermacam-macam orang yang begitu kompleks dan bersangkutan dengan kebutuhan  baik dari segi ekonomi, sosial, rekreasi, pendidikan dan lain sebagainya.  Disadari atau tidak disadari, sengaja atau tidak sengaja,  setiap individu  akan selalu berada, dan dibesarkan dalam lingkungan organisasi.
 
PERAN ADMINISTRASI PUBLIK
Peran administrasi publik pada dasarnya adalah untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Oleh karena itu, setiap kegiatan dalam administrasi publik diupayakan tercapainya tujuan sesuai dengan yang direncanakan dan mengandung rasio terbaik antara input dan output.
Menurut Gray (1989:15-16), peran administrasi publik adalah:
1. Menjamin pemerataan distribusi pendapatan Nasional kepada kelompok masyarakat miskin secara berkeadilan.
2. Melindungi hak-hak masyarakat atas pemilikan, serta menjamin kebebasan bagi masyarakat untuk melaksanakan tanggung jawab atas diri mereka sendiri dalam bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan, dan lain-lain.
3. Berperan melestarikan nilai-nilai tradisi masyarakat  yang sangat bervariasi dari generasi ke generasi.
Gordon dalam Kasim (1994: 12) menyatakan pemahanan mengenai peran administrasi publik sebagai berikut: “Administrasi publik mempunyai peran yang lebih besar dan lebih banyak terlibat dalam perumusan kebijakan, implementasi dan evaluasi kebijakan. Hal tersebut telah mempengaruhi perkembangan ilmu administrasi publik yang ruang lingkupnya mulai mencakup analisis dan perumusan kebijakan (policy analysis and formulation), pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan (policy implementation) serta pengawasan melekat dan penilaian hasil kebijakan tersebut (policy evaluation)”.
Albert Lepawsky (1966), menunjukkan enam peran penting administrasi, yaitu:
1. Administrasi Merupakan Kepentingan Universal (The Universal Importance of Administration). Bahwa administrasi sebagai studi ilmiah yang serius diperlihatkan dari disintegrasi bagi kurangnya abilitas administrative (administrative ability) dan efisiensi manajerial (managerial efficiency) terutama pada periode hingga Perang Dunia II. Fayol mengatakan, melalui pengetahuan administrasi kita mengerti perencanaan, organisasi, komando, koordinasi dan control, yang menjadi dasar-dasar untuk tenaga kerja (workman). Dengan demikian, tiap orang mempunyai kebutuhan akan administrasi, sehingga administrasi adalah subjek dari kepentingan universal.
2. Administrasi sebagai Peran Stabilisasi Masyarakat (The Stabilizing Role of Administration Society). Meskipun para penulis sepakat akan pentingnya administrasi tapi ada perbedaan pendapat tentang derajat kepentingan. Paul Pigors menganggap, bahwa fungsi primer administrasi adalah untuk stabilisasi institusi-institusi sosial.
3. Administrasi Berperan bagi Perubahan Sosial (The Role Administration of Social Change). Brook Adam mengatakan, bahwa fungsi pokok dari administrasi adalah menjamin stabilitas sosial dengan menyediakan fasilitas bagi perubahan sosial.
4. Ancaman Manajemen Revolusi (The Threat of a Managerial Revolution) Pandangan James Burnham, bahwa kualitas esensial dari emerging society adalah dalam hal karakter manajemennya; bahwa dalam kenyataannya manajer-manajer mempunyai kesiapan untuk taken over masyarakat modern.
5. Administrasi sebagai Kunci Masyarakat Modern (Administration as the Key to Modern Society). Charles A. Beard mengatakan, masyarakat modern adalah masyarakat besar. Setiap perusahaan dalam masyarakat besar atau masyarakat modern tenang dibawah administrasi. Administrasi merupakan kunci untuk pengabdian kekuasaan dalam masyarakat besar.
Dari beberapa pendapat yang ada, bahwa peran administasi publik erat kaitannya dengan pentingnya administrasi publik itu sendiri, dan mengharuskan administrasi publik terbuka terhadap kotrol sosial dalam mewujudkan kegiatan-kegiatannya secara operasional. Berdasarkan kondisi tersebut,  jelas sekali bahwa administrasi publik mempunyai peran dalam kehidupan publik, yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Administrasi publik adalah sebagai stabilisator  masyarakat, karena keinginan dan kebutuhan manusia tidak mungkin sama antara satu dengan yang lainnya. Peranan administrasi publik tersebut adalah, bahwa administrasi publik dalam melayani masyarakat harus berdasarkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan, administrasi publik harus mampu menyerap dan menyesuaikannya dengan aspirasi masyarakat. Dalam menjalankan peranan sebagai stabilisator itu, administrasi publik harus berupaya menyeimbangkan aspirasi yang berbeda-beda, walaupun mungkin ada banyak aspirasi yang bertentangan. Dengan demikian berarti tidak semua aspirasi masyarakat akan terpenuhi, namun harus dihasilkan kebijaksanaan-kebijaksanaan publik (umum) yang bisa menciptakan stabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Administrasi publik mengatur, mengarahkan dan mempercepat perubahan sosial, sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, administrasi publik harus berperan sebagai pelaksana dan sekaligus mengarahkannya, agar seluruh kegiatannya termasuk yang dilaksanakan oleh masyarakat, terfokus pada tujuan utamanya berupa perubahan sosial yang diinginkan tersebut. Selanjutnya, administrasi publik juga harus berperan dalam melaksanakan kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan, agar tidak menyimpang dari perencanaan. Sehubungan dengan hal itu, dalam melakukan kegiatan yang membawa perubahan nilai-nilai, maka administrasi publik harus berperan dalam memelihara dan memantapkan kehidupan bersama, yang tidak kehilangan pegangan sebagai suatu bangsa yang bersatu. Peran administrasi publik itu, harus dijalankan dengan beberapa cara yaitu:
a. Administrasi publik harus melestarikan nilai-nilai dasar yang telah diterima sebagai konsensus nasional.
b. Administrasi publik harus menegakkan dan memberlakukan semua aturan hukum pada setiap warga Negara (anggota masyarakat), tanpa membeda-bedakan pelaksanaannya berdasarkan tingkatan sosial, status sosial, ekonomi, golongan dan lain-lain.
c. Administrasi publik harus melakukan tindakan pencegahan terhadap kecendrungan untuk melawan suatu usaha melakukan perubahan, dengan berperilaku menyimpang dari perilaku standar berdasarkan hak dan kewajiban sebagai warga Negara, yang bersumber dari nilai-nilai dasar sebagai konsensus nasional.
3. Administrasi publik membawa dan mendorong rakyat untuk memasuki kehidupan sebagai masyarakat maju dan modern. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa administrasi publik berperan dalam mewujudkan perubahan sosial, antara lain melalui pelaksanaan pembangunan. Usaha itu tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi yang berkembang pesat dari Negara yang maju dan modern. Manusia semakin yakin bahwa dengan ilmu dan teknologi akan dapat menciptakan masyarakat maju dan modern yang sejahtera. Oleh karena itulah administrasi publik dalam mewujudkan kegiatannya, pada dasarnya telah melakukan usaha mengantarkan rakyat untuk memasuki kehidupan masyarakat maju dan modern.
Untuk menjalankan ketiga peranan administrasi publik tersebut dalam kegiatan yang bersifat operasional, maka administrasi publik membutuhkan dukungan berupa suatu otoritas yang bersifat memaksa. Otoritas tersebut dipergunakan untuk mencegah terjadinya ketidakpatuhan, yang dapat mengakibatkan terganggunya pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan kepentingan umum. Misalnya, untuk mencegah adanya pengguna jalan raya yang mengancam atau bisa mengakibatkan kecelakaan, maka setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Seorang pengendara yang tidak memiliki SIM, akan berhadapan dengan hukum yang dijalankan oleh para aparat pelaksana administrasi publik.
 
KINERJA ORGANISASI
Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja sumber daya manusia, untuk itu setiap organisasi akan berusaha untuk meningkatkan kinerja dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Organisasi yang tumbuh dan terpelihara dengan baik akan mampu memacu organisasi ke arah perkembangan yang lebih baik. Istilah kinerja dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Prestasi kerja pada umumnya dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesungguhan kerja dari tenaga kerja yang bersangkutan.
Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi (Mahsun, 2006).
Menurut Mangkunegara dalam bukunya Evaluasi Kinerja SDM (2014:9) mengatakan bahwa, kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pendapat diatas mengandung makna bahwa kinerja adalah melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakan sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil yang diharapkan.
Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok. Kinerja bisa diketahui jika individu atau kelompok  mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan atau target, kinerja organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukur.
Kinerja organisasi menurut Atmosudirdjo yang dikutip oleh Pasolong dalam bukunya Teori Administrasi Publik  (2013:176) yang mengemukakan bahwa, kinerja organisasi adalah sebagai efektivitas organisasi secara menyeluruh untuk kebutuhan yang ditetapkan dari setiap kelompok yang berkenaan melalui usaha-usaha yang sistemik dan meningkatkan kemampuan organisasi secara terus menerus untuk mencapai kebutuhannya secara efektif.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi publik menurut Siagian (2002), yaitu: kompensasi, komitmen organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan, budaya organisasi, disiplin kerja, kepuasan kerja, dan komunikasi. 
 
PERAN ADMINISTRASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI
Administrasi terdapat di dalam suatu organisasi. Organisasi mempunyai seperangkat tujuan. Administrasi adalah alat bagi organisasi dalam rangka mencapai tujuan-tujuannya. Segala kegiatan administrasi harus selalu berorientasi pada tujuan organisasi. Segala kegiatan administrasi harus berlangsung secara efektif dan efisien agar tujuan-tujuan organisasi tercapai secara optimal. Karena tiap-tiap organisasi melibatkan sedikitnya dua orang yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama, maka kerjasama di antara anggota-anggota organisasi mutlak perlu dikembangkan secara harmonis. Administrasi sesuai dengan prosesnya ialah menentukan tujuan dan kebijaksanaan, sedangkan organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan.
Administrasi memiliki kaitan yang erat dengan organisasi, administrasi merupakan bagian dari aktifitas organisasi namun organisasi juga dapat dikatakan sebagai hasil atau bagian dari administrasi. Dalam perkembangan organisasi, administrasi memiliki perbedaan yang jelas dengan manajemen yang juga merupakan aktifitas organisasi. Pengertian organisasi (Robbins,1990:4) adalah suatu entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara relatif kontinu (berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama. Definisi tersebut dapat diartikan bahwa organisasi merupakan orang-orang yang berkumpul atau terdiri dari kelompok-kelompok yang bersatu menjadi sebuah kesatuan, yang dimana meraka secara sadar saling berkerja sama untuk mencapai sebuah tujuan bersama dalam suatu sistem dan peraturan-peraturan yang sudah disepakati bersama. Beberapa orang yang terkumpul dalam kesatuan tetapi tidak memiliki tujuan ataupun rules dalam menjalankan aktifitasnya, sekumpulan tersebut belum bisa dikatakan sebuah organisasi.
Berbagai kebutuhan organisasi modern seperti sekarang ini sangat membutuhkan administrasi publik. Setiap organisasi yang ada, baik itu organisasi pemerintah maupun organisasi swasta tidak bisa melewatkan administrasi publik sebagai suatu proses kebiasaan sehari-hari. Administrasi publik sangat berperan sekali bagi organisasi, diantaranya adalah untuk mempermudah suatu pekerjaan, menghimpun data, kegiatan surat menyurat, serta memperlancar proses kemudahan suatu birokrasi atau institusi.
Ilmu administrasi publik sudah mencakup hal-hal penting dalam kehidupan organisasi. Administrasi publik mampu menanggapi isu-isu pokok dalam organisasi dan mampu memformulasikan ke dalam suatu rumusan kebijaksanaan, serta cakap melaksanakan kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari hari. Keteraturan kehidupan organisasi menjadi acuan suksesnya administrasi publik sehingga mampu menunjang kehidupan organisasi yang mempunyai kinerja yang baik.
Pentingnya peran administrasi publik terhadap organisasi juga disebabkan:
1. Dalam kehidupan masyarakat modern, terjadi perubahan pola kehidupan di segala bidang menjadi pola kehidupan berdasarkan kerjasama keorganisasian.
2. Pola kehidupan keorganisasian (organizational life) ini berkaitan dengan pola kehidupan modern dan tata cara berpikir serta bekerja secara rasional.
3. Cara berpikir dan bekerja secara rasional ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
4. Cara berpikir modern dan bekerja secara rasional dimaksudkan untuk menghasilkan keefektifan (effectiveness) dan keefisienan (efficiently) pencapaian tujuan.
5. Berpikir dan bekerja secara rasional dengan teknologi modern dan dengan pola kehidupan berorganisasi modern kearah efisiensi dan efektivitas memerlukan administrasi (Prajudi Atmosudirjo, 1980: 24).
 
KESIMPULAN
Administrasi publik sangat berperan sekali bagi organisasi, diantaranya adalah untuk mempermudah suatu pekerjaan, menghimpun data, kegiatan surat menyurat, serta memperlancar proses kemudahan suatu birokrasi atau institusi.
Peran  administrasi publik memegang  peranan penting, hal ini dikarenakan administrasi negara berperan sebagai stabilisator bagi kepentingan masyarakat,  administrasi berperan untuk mengatur, mengarahkan dan mempercepat perubahan sosial,  berperan untuk membawa dan mendorong rakyat untuk memasuki kehidupan sebagai  masyarakat  maju  dan  modern.
Sedangkan   peran administrasi publik dalam meningkatkan kinerja organisasi adalah Ilmu administrasi publik sudah mencakup hal-hal penting dalam kehidupan organisasi. Administrasi publik mampu menanggapi isu-isu pokok dalam organisasi dan mampu memformulasikan ke dalam suatu rumusan kebijaksanaan, serta cakap melaksanakan kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Keteraturan kehidupan organisasi menjadi acuan suksesnya administrasi publik sehingga mampu menunjang kehidupan organisasi yang mempunyai kinerja yang baik.

Post a Comment for "PERAN ADMINISTRASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI"