Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TEORI ADMINISTRASI PUBLIK

Teori Administrasi Publik

Pengertian
Administrasi publik berasal dari dua kata, yaitu administrasi dan publik. Administrasi dimaknai sebagai kegiatan atau kerjasama untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan atau diarahkan. Definis lainnya adalah kegiatam implementasi kebijakan. Sedangkan publik dapat diartikan sebagai negara, klien, konsumen, warga masyarakat, dan kelompok kepentingan. Dari pengertian tersebut diatas, maka administrasi publik bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan untuk menjalankan keputusan/kebijakan untuk kepentingan negara, warga masyarakat
 
Paradigma Administrasi Publik
Paradigma administrasi publik merupakan cara pandang yang dilakukan oleh administrasi publik terhadap nilai, teori, konsep, metodologi atau cara pendekatan yang dapat dipergunakan para teoritisi dan praktisi dalam menanggapi sesuatu permasalahan baik dalam pengembangan ilmu maupun kemajuan hidup.
Dalam konsep administrasi publik ada beberapa paradigma yaitu:
1. Paradigma dikotomi politik dan administrasi negara. Paradigma ini membahas tentang masalah-masalah yang terdapat di organisasi dan penyusunan anggaran dalam birokrasi pemerintahan, politik dan kebijakan merupakan substansi ilmu politik. Tokoh-tokohnya Frank J Goodnow dan Leonard D. White.
2.   Paradigma Prinsip-prinsip administrasi. Locusnya kurang dipentingkan. Fokusnya adalah prinsip manajerial yang berlaku universal pada setiap bentuk organisasi dan lingkungan budaya. Tokohnya adalah Gulick dan Urwick, F.W. Taylor, Henry Fayol, Mary Parker Follet, dan Willooghby.
3. Paradigma administrasi negara sebagai ilmu politik. Administrasi negara kembali menjadi bagian dari ilmu politik. Pelaksanaan prinsip administrasi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lingkungan, jadi tidak “value free” (bebas nilai). Tokoh paradigma ini adalah Nicholas Henry.
4.  Paradigma administrasi negara sebagai ilmu administrasi. Administrasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karena itu dalam paradigma ini adanya pemahaman sosial psikologi, dan analisis sistem untuk saling melengkapi. Tokoh paradigma ini adalah Henderson, Thompson, Caldwen.
 
Teori dalam Administrasi Publik
Teori adalah serangkaian ide tentang dua variabel atau lebih saling berhubungan. Ada beberapa teori dalam administrasi publik, antara lain:
1. Teori deskriptif eksplanatif, adalah teori yang memberi penjelasan secara abstrak realitas administrasi publik. Misalnya teori yang menjelaskan tentang ketidakmampuan administratif.
2. Teori normatif, yaitu teori yang menjelaskan tentang masa mendatang, idealnya dari suatu kondisi. Misalnya teori tentang kepemimpinan ideal masa depan.
3. Toeri Asumtif, yaitu teori yang menjelaskan prakondisi, anggapan adanya suatu realitas sosial dibalik teori atau proposisi. Contohnya Teori X dan Y yang dikemukakan oleh Mc Gregor yang menyatakan manusia mempunyai kemampuan baik (Y) dan kurang baik (X).
4. Teori Instrumental, yaitu teori yang menitikberatkan pada “bagaimana dan kapan”, lebih kepada penerapan atau aplikasi dari teori. Contohnya teori tentang kebijakan.
 
Isu-Isu Penting
Beberapa isu yang sering dibahas dalam ilmu administrasi negara antara lain :
1. Pelayanan publik. Administrasi publik pada hakekatnya adalah memberi pelayanan publik. Hal ini sesuai dengan sistem demokrasi yang menginginkan masyarakat mempunyai hak yang sama untuk menerima pelayanan dari pemerintah. Dalam masalah ini yang terpenting adalah bagaimana pemerintah/negara memberikan pelayanan yang baik, cepat dan berkualitas kepada seluruh warga masyarakat.
2. Motivasi Pelayanan Publik. Dalam hal ini isu terpenting adalah bagaimana memberi motivasi kepada administrator dalam memberikan pelayanan publik. Ada yang berdasarkan norma, rasional dan perasaan.
3. Mal administrasi. Mal administrasi merupakan kesalahan dalam praktekt administrasi. Administrasi publik juga membahas masalah kesalahan-kesalahan publik sebagai kajian utama, seperti lambannya birokrasi, rutinitas dan formalitas pelayanan.
4.    Etika Administrasi Publik. Masalah lainnya dalam administrasi publik adalah etika administrasi. Etika administrasi publik berkaitan dengan nilai baik dan buruk. Dalam hal ini termasuk korupsi menjadi bahasan utama.
5. Kinerja dan Efektivitas. Kinerja dan efektivitas menjadi salah satu isu sentral bagi administrasi publik. Hal ini dapat dipahami karena administrasi publik merupakan sebuah proses mencapai tujuan, maka persoalan pencapaian dan dan cara mencapai tersebut menjadi penting. Oleh karena itu bagaimana cara kerja (kinerja) yang dijalankan apakah sudah baik sehingga tujuan dapat tercapai (efektif).
6. Akuntabilitas Publik. Ada kewajiban pemerintah/administrator untuk melakukan pekerjaan yang dapat dikontrol, diawasi dan dipertanggungjawabkan kepada warga/publik. Hal tersebut merupakan masalah pokoknya.

Post a Comment for "TEORI ADMINISTRASI PUBLIK"