Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Governance Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Governance
Di Indonesia Governance diartikan sebagai pemerintahan atau lebih lengkapnya bisa dikatakan bahwa Governance merupakan sebuah perbuatan atau sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Ini bisa diartikan bahwa Governance merupakan sebuah kondisi, aktivitas atau pun sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Terminologis governance dimengerti oleh sebagian besar masyarakat sebagai kepemerintahan sehingga masih banyak yang beranggapan bahwa governance adalah sinonim atau persamaan dari government. Pada dasarnya konsep governance mesti dipahami sebagai suatu proses bukan struktur atau institusi. Governance mengarahkan kita pada inklusivitas (keterbukaan) bukan eksklusivitas (keterbatasan). Jika government dilihat sebagai “mereka” maka governance  adalah “kita”. Governance menuntut keaktifan peran negara dan begitu pula pada peran warga.

Menurut UNDP, Governance diartikan sebagai tata pemerintahan dalam penggunaan wewenang ekonomi, politik, dan administrasi guna mengelola urusan negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses-proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat  mengutarakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban, dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka.


Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengartikan Governance sebagai proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public goods and service. Governance ditinjau dari apakah pemerintah telah berfungsi secara efektif dan efisien dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

World Bank mendefinisikan Governance sebagai tindakan pemegang kekuasaan untuk mengelola urusan-urusan nasional. Governance juga bisa diartikan sebagai pengelolaan struktur rezim dengan sebuah pandangan untuk memperkuat legitimasi penyelenggaraan kekuasaan di mata kehidupan politik. Legitimasi merupakan variabel tergantung yang dihasilkan oleh governance yang efektif. Governance dan pembuatan keputusan adalah dua entitas yang berbeda namun dalam praktik keduanya saling mempengaruhi.

Leach dan Percy-Smith (2001), mengatakan bahwa government mengandung pengertian seolah-olah hanya politisi dan pemerintahlah yang mengatur, melakukan sesuatu, memberikan pelayanan, sehingga “kita” adalah penerima yang pasif. Sementara governance melebur perbedaan antara yang pemerintah dengan yang diperintah karena keduanya adalah bagian dari proses governance.


Michael Bratton dan Donald Rothchild (1994) merangkum beberapa pengertian governance:
  1. Governance adalah sebuah pendekatan konseptual yang bisa memberi  kerangka bagi analisis komparatif pada level politik makro;
  2. Governance sangat menaruh perhatian pada pertanyaan besar tentang hakekat konstitusional yang mengabadikan aturan main politik;
  3. Governance mencakup intervensi kreatif oleh aktor-aktor politik pada  perubahan struktural yang menghalangi pengembangan potensi manusia;
  4. Governance adalah sebuah konsep yang menekankan hakekat interaksi antara negara danaktor-aktor sosial serta di antara aktor-aktor sosial itu sendiri;
  5. Governance menunjuk pada tipe khusus hubungan antara aktor-aktor politik yang menekankan aturan main bersama dan sanksi-sanksi sosial ketimbang kesewenang-wenangan.

Post a Comment for " Pengertian Governance Menurut Beberapa Ahli"

View My Stats