Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Administrasi dan Administrasi Publik

Pengertian Administrasi dan Administrasi Publik
A Dunrise yang dikutip oleh Donovan dan Jackson (1991:9) menunjukan beberapa batasan istilah “administrasi”. Menurut A Dunrise, Administrasi diartikan sebagai arahan, pemerintahan, kegiatan implementasi, mengarahkan, penciptaan prinsip-prinsip implementasi kebijakan, kegiatan melakukan analisis, menyeimbangkan dan mempresentasikan kebijakan, pertimbangan-pertimbangan kebijakan, sebagai kegiatan individual dan kelompok dalam menghasilkan barang dan jasa publik, dan sebagai arena bidang kerja akademik dan teoritis. 

Donovan dan Jackson juga mengutip pendapat trecker, menyatakan bahwa administrasi merupakan proses yang dinamis dan berkelanjutan, yang digerakan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan orang dan material melalui koordinasi dan kerja sama. 

Masih menurut Donovan dan Jackson tugas-tugas administratif meliputi kegiatan mengidentifikasi kebutuhan dan mendefinisikan kembali serta menginterpretasi dan menggunakan tujuan organisasi sebagai tuntunan program dan pelayanan, mengamankan sumberdaya keuangan, fasilitas, staff, dan berbagai bentuk dukungan lainnya, mengembangkan program dan pelayanan, mengembangkan struktur dan prosedur organisasi, memanfaatkan kepemimpinan dalam proses pembuatan kebijakan, pengembangan prosedur, dan prinsip-prinsip operasi, mengevaluasi program dan kepegawaian secara berkesinambungan, dan membuat perencanaan serta melakukan penelitian, dan menggunakan kepemimpinan dalam proses perubahan yang dibutukan dalam organisasi pelayanan manusia.

Sedangkan Administrasi Publik menurut Chandler dan Plano (1988: 29) adalah dimana sumberdaya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola keputusan-keputusan dalam kebijakan publik. Kedua pengarang ini juga menjelaskan bahwa administrasi publik merupakan seni dan ilmu yang ditujukan untuk mengatur “public affairs” dan melaksanakan berbagai tugas yang telah ditetapkan. Dan sebagai suatu disiplin ilmu, administrasi publik bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan terutama di bidang organisasi, sumberdaya manusia dan keuangan.

McCurdy (1986) dalam survey literaturnya mengemukakan bahwa Administrasi Publik dapat dilihat sebagai suatu proses politik, yaitu sebagai salah satu metode memerintah suatu negara dan dapat juga dianggap sebagai cara yang prinsipil untuk melakukan berbagai fungsi negara. Dengan kata lain bahwa Administrasi ppublik bukan hanya sekedar persoaalan administratif tetapi juga persoalan politik. 
Makna administrasi publik sangatlah bervariasi, bahkan ada yang mempresepsikan “administration of public”, ada yang mengatakan administratioan for public” bahkan ada yang mengatakan “administration by public”. 

Fesler (1980), misalnya, mengemukakan bahwa “the administration of govermental affairs”. Administrasi Publik menyangkut penyusunan dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dilakukan oleh birokrasi dalam skala besar, dan untuk kepentingan publik. 

Presepsi tentang Administrasi Publik sangatlah bervariasi. Variasi ini dapat dilihat dari pendapat-pendapat yang dikutip oleh Stillman II (1990) sebagai berikut :
1. Menurut Dimock, Dimock, & Fox, Administrasi merupakan produk barang-barang dan jasa yang direncanakan untuk melayani kebutuhan masyarakat ekonomi, atau serupa dengan business tetapi khusus dalam menghasilkan barang dan pelayanan publik.

2. Barton & Chapple melihat Administrasi Publik sebagai “the work of goverment” atau pekerjaan yang dilakukan pemerintah. Definisi ini menekankan aspek keterlibatan personnel dalam memberikan pelayanan publik.

3. Nigro & Nigro mengemukakan bahwa Administrasi Publik adalah usaha kerjasama kelompok dalam suatu lingkungan publik, yang mencangkup ketiga cabang yaitu yudikatif, legislatif dan eksekutif; mempunyai suatu peranan penting dalam memformulasikan kebijakan publik sehingga menjadi bagian dari proses politik; sangat berbeda dengan cara-cara yang ditempuh oleh Administrasi Swasta, dan berkaitan erat dengan beberapa kelompok swasta dan individu dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. Definisi ini lebih menekankan proses kelembagaan yang melibatkan usaha kejasama kelompok sebagai kegiatan publik yang berbeda dari kegiatan swasta.

4. Nicholas Henry memberi batasan bahwa Administrasi Publik adalah suatu kombinasi yang kompleks antara teori dan praktek, dengan tujuan mempromosikan pemahaman terhadap pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakan yang diperintah, dan juga mendorong kebijakan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial. Administrasi Publik berusahakan melembagakan praktek-praktek manajemen agar sesuai dengan effektivitas, effisiensi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lebih baik. Dengan demikian, definisi ini melihat Administrasi Publik sebagai kombinasi teori dan praktek yang mencampuri proses manajemen dengan pencapaian nilai-nilai normatif dalam masyarakat.

Safritz dan Russel (1997: 5 – 41) mendefinisikan Administrasi Publik berdasarkan empat kategori yaitu sebagai beriku :
1. Definisi berdasarkan kategori politik melihat Administrasi Publik sebagai “what goverment doing” (apa yang dikerjakan pemerintah) baik langsung maupun tidak langsung, sebagai suatu tahapan siklus pembuatan kebijakan publik, implementasi kepentingan publik, dan sebagai kegiatan yang dilakukan kolektif karena tidak dapat dilakukan secara individual.

2. Definisi berdasakan kategori legal/hukum, melihat Administrasi Publik sebagai penerapan hukum (law in action), sebagai regulasi, sebagai kegiatan pemberian sesuatu dari penguasa kepada rakyatnya, dan sebagai bentuk ”pencurian” dari pihak yang kaya untuk ke pihak yang miskin, dimana pihak yang dirugikan harus tunduk menaatinya.

3. Definisi berdasarkan kategori manajerial, Administrasi Publik adalah fungsi eksekutif dalam pemerintahan, sebagai bentuk spesialisasi dalam manajemen (bagaimana mencapai hasil melalui orang lain).

4. Definisi berdasarkan kategori mata pencaharian, Administrasi Publik adalah suatu bentuk profesi (okupasi) mulai dai tukang sapu sampai ahli oprasi otak di sektor publik.

Dari semua batasan diatas, ada beberapa makna penting yang harus diingat karena berkenaan dengan hakekat Administrasi Publik yaitu:
1. Bidang tersebut lebih berkaitan dengan dunia eksekutif, meskipun juga berkaitan dengan dunia legislatif dan yudikatif;

2. Bidang tersebut berkenaan dengan formulasi dan implementasi kebijakan publik;

3. Bidang tersebut juga berkaitan dengan masalah manusiawi;

4. Meskipun bidang tersebut hampir mirip dengan administrasi swasta, tapi overlapping dengan administrasi swasta;

5. Bidang tersebut diarahkan untuk menghasilkan public goods dan services; dan

6. Bidang ini memiliki aspek teoritis dan praktis.

Post a Comment for "Pengertian Administrasi dan Administrasi Publik"

View My Stats