Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kedudukan Administrasi Sebagai Ilmu

 
Kedudukan Administrasi Sebagai Ilmu


Dari tata bahasa, administrasi merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris yaitu administration. Dalam kamus Webster’s New World (1951), kata administration merupakan bentuk adjective dari kata administer. Sedangkan administer berasal dari ad + ministrate yang bermakna sama dengan to serve yang dalam bahasa indonesia diartikan melayani. Tapi di dalam bahasa inggris diartikan to manage, to conduct atau to direct.

Administrasi sebagai ilmu bermakna bahwa administrasi bisa dipelajari atau juga bisa diajarkan. Dalam perkembangannya, disiplin ilmu administrasi telah dipelajari dan diajarkan serta sekaligus menjadi bidang studi dan kajian tersendiri terutama di fakultas ilmu sosial  dan ilmu politik atau fakultas administrasi. 

Kemunculan studi administrasi sebagai sebuah ilmu tersendiri memang agak terlambat jika dibandingkan dengan disiplin ilmu lainnya, yaitu pada akhir abad ke-19 di Perancis dan Amerika. Sejak akhir abad 19 administrasi mulai dipelajari, disistematiskan, dirumuskan berdasarkan prinsip-prinsip umum, konsep-konsep, dalil-dalil, hukum-hukum yang dapat digenerelisasikan sehingga dapat disusun teori-teori yang berlaku umum dan universal.

Tahun 1886 sering disebut sebagai “tahun” lahirnya ilmu administrasi, karena  pada tahun itulah gerakan administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow di Amerika Serikat, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Pada masa itu, para ahli administrasi mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi dapat menjadi ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). 

Studi administrasi merupakan sebuah studi yang sistematis karena dirumuskan dari proses atau kegiatan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang terdapat dalan  masyarakat. Menurut The Liang Gie, ilmu dapat diartikan sebagai sekelompok pengetahuan teratur mengenai sesuatu pokok soal dengan titik pusat perhatian pada permasalahan tertentu sehingga merupakan berbagai konsep yang ditelaah oleh budi manusia berdasarkan suatu metode untuk mencapai kebenaran   bercirikan empiris, sitematis, objektif, dan dapat diperiksa kebenarannya.

Sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa sejak periode prasejarah dan periode sejarah, manusia telah menjalankan sebagian prinsip-prinsip administrasi yang sekarang kita kenal, dan telah menerapkan dalam bidang pemerintahan, perdagangan, perhubungan, pengangkutan dan sebagainya, misalnya seperti yang dikemukakan oleh Max Webber bahwa Mesir adalah negara tertua yang menjalankan sistem administrasi, khususnya adminitrasi birokratik. Demikian juga di Tiongkok kuno, dapat diketahui tentang konstitusi Chow yang dipengaruhi oleh ajaran Confucius dalam “Administrasi Pemerintahan”. Dari Yunani (430 SM) dengan susunan kepengurusan Negara yang demokratis, Romawi dengan “De Officiis dan “De Legibus”nya Marcus Tullius Cicero. Dan di Indonesia terlihat pada zaman Pemerintahan Kerajaan Mataram I, Majapahit dan Sriwijaya, dan salah satu buktinya adalah candi Borobudur, yang terus di kagumi oleh setiap orang.

Post a Comment for "Kedudukan Administrasi Sebagai Ilmu"

View My Stats