Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan dan Masalah Perbandingan Administrasi Publik

Perbandingan Administrasi Publik

Dari latar belakang pertumbuhan Administrasi Publik Perbandingan, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Studi perbandingan merupakan pendatang baru dalam masyarakat akademis terutama berkaitan dengan masalah pengajaran dan riset.
2. Selama ini studi perbandingan administrasi dipandang sebagai salah satu bagian dalam perbandingan pemerintahan sehingga sampai Perang Dunia berakhir abad ke-19 studi Perbandingan Administrasi Publik belum mempunyai identitas yang jelas.
3. Secara nyata Perbandingan Administrasi Publik yang dipandang sebagai salah satu bagian dari Perbandingan Pemerintahan itu pada awalnya memusatkan perhatiannya kepada aspek-aspek legalitas yang melekat pada Sistem Administrasi Negara-negara Eropa dan Sistem Administrasi dari negara-negara jajahan mereka.
Sedangkan kebutuhan yang mendorong lahirnya studi Perbandingan Administrasi Publik ini adalah karena hal-hal berikut ini.
1. Kebutuhan praktis
Supaya program-program bantuan teknis itu dapat mencapai hasilnya karena studi perbandingan akan dapat diketahui keadaan atau kondisi- kondisi setempat.
2. Kebutuhan teoretis
Memberikan kedudukan ilmiah yang lebih tepat kepada Ilmu Administrasi Publik sebagai suatu disiplin. Dorongan ini dimaksudkan untuk memberikan bobot yang lebih besar terhadap disiplin Administrasi Publik, sebab sebagaimana dalam pembahasan terdahulu bahwa dalam kenyataan dunia sekarang mengenal macam dan banyak negara yang berarti telah berlaku berbagai sistem Administrasi Publik yang satu dengan yang lainnya berbeda (berlainan).
Oleh karena salah satu persyaratan ilmiah dari setiap bidang keilmuan adalah adanya prinsip-prinsip yang bersifat universal, artinya ada prinsip-prinsip yang dapat diperlakukan pada di setiap waktu dan di semua tempat sama.
Seharusnya Administrasi Publik lebih mendasarkan diri pada aspek disiplin karena apabila administrasi itu perhatiannya terpaku pada pengetahuan-pengetahuan mengenai teknik dan proses maka upaya untuk dapat menampilkan prinsip-prinsip yang bersifat universal itu akan menjadi sulit untuk melaksanakan.
Dalam hal kegunaan Administrasi Publik Perbandingan adalah berikut ini:
1. Mencari/menemukan hal-hal yang sama dan hal-hal yang berbeda dalam Sistem Administrasi Publik
2. Diarahkan untuk menemukan cara berpikir konseptual mengenai studi Perbandingan Administrasi Publik
3. Untuk mempelajari karakter-karakter yang berbeda/karakter yang bersifat khusus yang terdapat dalam satu sistem Administrasi/ sekelompok sistem administrasi.
4. Mendapatkan penjelasan mengapa satu sistem administrasi yang tertentu berjalan secara memuaskan, tetapi sebaliknya di negara-negara lain/tempat lain satu sistem mengalami kegagalan
5. Untuk mengidentifikasikan faktor-faktor budaya, politik, dan sosial yang mempengaruhi kegagalan/keberhasilan, yaitu sistem administrasi atau satu sistem administrasi atau satu sistem birokrasi.
6. Untuk menentukan perubahan-perubahan yang seharusnya diperlukan untuk menentukan tindakan-tindakan apakah yang harus dilakukan untuk memperbaiki birokrasi; ada hubungannya dengan konsepsi perubahan pada Negara sedang berkembang dalam negara sedang berkembang, Pemerintah dipandang sebagai momok dalam kegiatan nasional (contohnya perlunya informasi administrasi: bantuan yang diberikan oleh administrasi perbandingan dalam kegiatan-kegiatan/tahapan-tahapan pembangunan yang tertentu akan ditujukan perubahan-perubahan apa yang harus dilakukan atau secara khusus akan menjelaskan treatment yang dimaksudkan untuk memperbaiki penampilan performance satu sistem birokrasi yang tertentu).
7. Menjelaskan perbedaan mengenai perilaku birokrasi dan birokrat dalam lingkungan budaya dan negara yang berbeda-beda.
Sekarang membicarakan masalah dan tujuan apa yang dihadapi oleh Ilmu Administrasi Publik perbandingan, masalahnya sebenarnya sejak mula kelahirannya sudah menghadapinya, dan tentunya membutuhkan jawaban segera. Apabila kita ikuti pendapat Nimrod Raphaeli dalam bukunya Introduction to Comparative Public Administration, ia mengemukakan bahwa setiap studi yang bersifat perbandingan (comparative) selalu menghadapi masalah tujuan dan metodologi, tidak terkecuali Studi Administrasi Publik Perbandingan ini.
Lain halnya dengan pendapat William J. Siffin dalam bukunya Toward To Comparative Study of Public Administration, menurut pendapatnya masalah-masalah yang dihadapi pada saat dimulainya studi Administrasi Perbandingan yang perlu mendapat perhatian adalah masalah metodologi dan  masalah data.
Apabila kita ikuti sejarah pertumbuhannya maka sejak kelahiran studi Administrasi Publik Perbandingan menghadapi pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa perlunya (gunanya, manfaatnya, maksudnya) diadakan studi Perbandingan Administrasi Publik atau dengan pertanyaan lain tujuan apa yang hendak dicapai dengan mengadakan studi Administrasi Publik Perbandingan.
2. Sasaran/objek apa yang hendak diperbandingkan, bagaimana metode, tekniknya (bagaimana metodologi).
3. Data apa yang diperlukan untuk melakukan perbandingan sehingga akan diperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi studi Administrasi Publik Perbandingan sejak kelahirannya adalah berikut ini.
1. Tujuan (apa perlunya diadakan Studi Administrasi Publik Perbandingan).
2. Metodologi (apa yang hendak diperbandingkan).
3. Data (apa yang diperlukan/dikumpulkan).
Masalah yang berkaitan dengan tujuan Studi Administrasi Publik Perbandingan ini dapat dikemukakan bahwa studi ini memiliki tujuan yang bersifat pragmatis, hal ini dapat dilihat dari pendekatan yang bersifat idiografis dan yang berorientasi pada pembangunan. Tujuan utamanya adalah penyusunan teori (Theory building sehingga ditemukan teori uang bersifat universal yang dapat memperkuat kedudukan Studi Administrasi Publik Perbandingan sebagai suatu disiplin).
Yang diperbandingkan adalah Sistem Administrasi Publik; Mengapa justru sistem Administrasi Publik karena dipengaruhi oleh variabel yang tidak terbatas jumlahnya sehingga tidak mudah untuk menetapkan sarana perbandingannya, di samping juga dipengaruhi oleh faktor intern (manusia, tujuan dan tata hubungan) dan faktor ekstern (faktor ekologi, misalnya untuk bangsa Indonesia dipengaruhi oleh faktor pisik yaitu: letak geografis, keadaan dan kemampuan penduduk, keadaan dan kekayaan alam, sedangkan faktor kemasyarakatan/sosial: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan).
Data diperlukan untuk melakukan perbandingan. Data diperlukan dan dikumpulkan tergantung pada metode yang dipergunakan.
Di antara masalah-masalah yang dihadapi oleh Administrasi Perbandingan yang paling rumit adalah masalah metodologi karena metodogi akan menentukan data yang diperlukan untuk perbandingan; untuk mendudukkan studi Administrasi Publik Perbandingan sebagai disiplin ditentukan oleh ketepatan metodologi yang digunakan. Dengan metodologi dapat diungkapkan teori-teori dan prinsip-prinsip yang dirumuskan generalisasinya secara “valid” dan berlaku secara universal.
Dengan demikian, metodologi bermanfaat untuk mencapai tujuan-tujuan teoretis dan praktis, Dalam pengembangannya metodologi mempergunakan sarana konseptual yang ada walaupun belum dipergunakan secara umum atau uniform karena sarana konseptual yang ada itu masih belum memenuhi persyaratan metodologi ilmiah karenanya masih harus banyak diperbaiki.
Berkaitan dengan hal itu Nimrod Raphaeli mengemukakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh metodologi ilmiah atau sering juga disebut metode analisis ilmiah atau Scientific method of analysis sebagai berikut:
1. Memusatkan perhatian kepada hubungan atau korelasi (berusaha menjelaskan hubungan).
2. Mempergunakan konsep-konsep yang abstrak (menyamaratakan meliputi dan mencakup)
3. Mengembangkan definisi-definisi operasional (untuk memperjelas pengertian tentang koperasi). Selanjutnya perlu disampaikan bahwa hal- hal yang pokok dalam metode ilmiah adalah penggunaan teknik-teknik pokok; pernyataan yang tepat mengenai hubungan gejala-gejala atau fenomena-fenomena dalam kondisi tertentu (contoh studi ekologi Administrasi Publik Perbandingan diharapkan dapat mengatasi asumsi- asumsi yang bersifat intuitif dan apriory mengenai hubungan birokrasi dengan sistem sosial lainnya, dan juga diharapkan dapat mengemukakan perbedaan yang lebih tajam mengenai faktor-faktor yang berpengaruh di dalam administrasi yang senyatanya (faktor intern) dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan ekologi yang senyatanya (faktor ekstern).

Referensi:
Awad, Elias M. (1979). System Analysis and Design. Homewood, Illinois: Richard D. Irwin.
Anderson, William & John M. Gaus. (1963). Research in Public Administration, Public Administration Service. Chicago.
Dimack, M. E. Dimock, Gladys O. (1969). Public Administration, terjemahan Drs. Husni Thamrin Pane. Jakarta: Jasa Guna.
Dahl, Robert A. (1976). Modern Political Analysis. Englewood Cliff, N.J.: Premiere Hall.
Heidy, Ferrel. (1995). Public Administration a Comparative Perspective, New York: Marcel Dekker, Inc.
Pamudji, S (1983). Ekologi Administrasi Negara, Bina Aksara, Jakarta. Pfiffer, John, M. and Presthus, Robert, V. (1960). Public Administration, Fourth Ed. New York: The Roland Press Company.
Pariata, Westra. (1974). Perbandingan Administrasi (Suatu Pengantar), Balai Pembinaan Administrasi, UGM. Buletin nomor 6/74, Sekijo, Yogyakarta.
Raphaeli, Nimrod. Introduction to Comparative Public Administration. Boston: Allyn and Bacon, Inc.
Riggs, Fred W. (1962). Trends in The Comparative Study of Public Administration International Review of Administration Science, Vol. 28, No. 1.
Siagian, Sondang. (1971). Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung.
Siffin, William J. (1957). Toward The Comparative study of Public Administration, Department of Government. Bloomington, Indiana: Indian University.
Soehardjono. (1983). Pengantar Studi Perbandingan Administrasi Negara. Akademi Pemerintahan Dalam Negeri. Malang-Jatim: Sangkakala.
Thomson, James D. (ed). (1959). Comparative Studies in Administration. Pittsburg: University of Pittsburg Press.
Ukasah Martadisastra. (1987). Perbandingan Administrasi Negara. Bandung: Fakultas Sospol-UNPAD.

Post a Comment for "Tujuan dan Masalah Perbandingan Administrasi Publik"