Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ruang Lingkup Perbandingan Administrasi Publik

Perbandingan Administrasi Publik

Perbandingan dalam studi administrasi publik terdiri dari 2 cakupan, yaitu Perbandingan Konvensional dan Perbandingan Kontemporer. Perbandingan konvensional artinya membandingkan hal-hal yang secara langsung berada dalam ruang lingkup ilmu administrasi publik. Perbandingan Konvensional ada 3 jenis yaitu:
1. Perbandingan Kronologis. Dalam hal ini, perbandingan dilakukan untuk memahami aspek-aspek administrasi public di dalam suatu negara atau lingkungan kebudayaan yang sama, namun pada periode atau dimensi waktu yang berbeda (berlainan), misalnya membandingkan antara Struktur Dinas/SKPD di Indonesia pada rezim Orde Lama dengan Rezim Orde Baru.
2. Perbandingan Institusional. Dalam hal ini, perbandingan dilakukan untuk memahami aspek-aspek administrasi atau institusi yang berbeda, namun tetap berada dalam satu lingkungan kebudayaan yang sama. Misalnya, perbandingan karakter administrasi antara bentuk Kabupaten dengan bentuk Kota di negara Indonesia.
3. Perbandingan Silang Kebudayaan. Dalam hal ini, perbandingan dilakukan untuk memahami aspek-aspek administrasi publik yang berada di negara/lingkungan kebudayaan yang berbeda. Misalnya, membandingkan antara tahapan jenjang karir Birokrat di negara Thailand dengan di Indonesia.
Jika diperhatikan secara seksama, salah satu ciri yang menonjol dalam Perbandingan Konvensional (seperti telah dijelaskan di atas) adalah prinsip kesetaraan (ingat, setara bukan sama persis). Dengan kata lain, dalam Perbandingan Konvensional, peneliti membandingkan objek-objek yang kurang lebih sebanding/berada pada tataran atau ruang lingkup yang setingkat. Misalkan membandingkan antara pemerintahan absolut dan pemerintahan konstitusional yang sama-sama berada pada kajian bentuk negara monarki. Secara analogis, itu ibarat kita membandingkan antara singa dan harimau yang sama-sama berada pada kategori kucing besar.
Dalam perbandingan kontemporer, acuan ini tidak terlalu berperan penting. Kadangkala penelitian dilakukan untuk memahami aspek- aspek atau hal-hal yang tidak secara langsung berada dalam ranah administrasi publik, sehingga perbandingan jenis ini membutuhkan pengetahuan dan proses yang lebih luas. Pada prinsipnya, perbandingan secara kontemporer membandingkan apapun yang bisa dibandingkan untuk kemudian dilakukan benchmarking. Misalkan membandingkan antara institusi yang nampaknya tak sebanding tapi masih berada pada lingkungan administrasi. Contohnya perbandingan antara Provinsi dan Kabupaten. Bisa juga membandingkan antara dua institusi yang berbeda lingkungan, yang satu berada pada lingkungan administrasi namun yang satu lagi tidak. Misalkan perbandingan antara Pertamina dan Shell.
Perbandingan administrasi publik merupakan salah satu alternatif yang pendekatan yang bisa diaplikasikan dalam studi Administrasi Publik. Tidak seperti pendekatan Administrasi Konvensional yang bersifat western-oriented, dengan kata lain menekankan pada sistem administrasi di negara-negara Barat yang kebanyakan tergolong negara maju, pendekatan ini juga menyediakan metodologi yang tepat untuk menganalisis keberagaman kondisi di lapangan, contohnya di negara-negara dunia ke-3 yang kebanyakan tergolong negara berkembang. Pada kenyataannya, meskipun negara-negara dunia ketiga atau yang lebih dikenal dengan negara-negara berkembang tersebut dari waktu ke waktu selalu melakukan pengembangan dalam tubuh administrasi, namun ternyata kebutuhan untuk pengembangan kriteria evaluasi atau kerangka analisis dalam kaitannya untuk mencari pola administrasi yang efektif dan efisien, masih dibutuhkan proses perbandingan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, pada prakteknya pendekatan ini justru merupakan pengembangan pengetahuan tentang konteks proses-proses kebijakan atau administrasi di negara atau lingkungan lain dan kemudian mengadopsi sistem yang baik dan dianggap kompatibel.
Karena berbasis pengumpulan data lapangan yang lengkap, bervariasi, dan diolah menggunakan metode ilmiah yang relevan. Pendekatan ini sangatlah aplikatif dalam menjawab masalah-masalah dalam administrasi publik pada situasi yang spesifik, mengingat perbedaan khas pada konteks tiap institusi dan level dalam administrasi pemerintahan. Pendek kata, melalui pendekatan perbandingan administrasi publik komparatif, maka para pihak yang terlibat dalam proses pembuatan kebijakan, maupun akademisi yang terkait dapat meneliti penyebab keberhasilan atau kegagalan sebuah rancangan atau konsep administrasi tertentu. Karena pendekatan ini berorientasi pada benchmarking/studi tolak ukur, maka secara positif dan signifikan berdampak pada perubahan dan reformasi administrasi.
Referensi
Heady, Ferrel. 1962. “Comparative Public Administration: Concerns and Priorities”. USA: The University of Michigan, Institute of Public administration.
Heady, Ferrel. 2006. “Comparisson in The Study of Public Administration”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative PublicAdministration: The Essential Readings”.
Netherlands: JAI Press.
Jreisat, J. 2002. “Comparative Public Administration and Policy”. Cambridge: Westview Press.
Otenyo, E.E. & Lind, N.S. 2006. “Comparative Public Administration: Growth, Method, and Ecology”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative Public Administration: The Essential Readings”. Netherlands: JAI Press.
Rathod, P. B. 2007. “Comparative Public Administration”. Jaipur, India: ABD Publishers.
Waldo, Dwight. 2006. “Comparative Public Administration: Prologue, Performance, Problems, and Promise”. Tercantum dalam Kompilasi: “Comparative Public Administration: The Essential Readings”. Netherlands: JAI Press.

Post a Comment for "Ruang Lingkup Perbandingan Administrasi Publik"